Ternyata, nge-post tentang lebaran itu males banget rasanya. Seminggu ini gue udah rencana mau posting tentang lebaran, ternyata ada hal lain yang menurut gue lebih seru buat di posting. Sekarang, (lagi-lagi) gue males posting tentang lebaran kemaren. Tapi yaa.. gue kasih tau aja. Intinya, lebaran gue kemaren fine-fine aja. Nggak ada yang spesial-spesial amat. Biasa saja.
Oke, go to the main topic.
Kemaren, jam sepuluh malem temen gue,
Kak Uchi ngasih message ke gue lewat MSN. Dia nyuruh gue buka
detik sport. Pas ngeliat kata "sport" gue udah mikir-mikir, pasti ada sesuatu (insting istri yang baik *pletak tonjok tonjok*).
'Hayden Suka Nyontek Data Pedrosa'
Waow, yaampun.
Hal yang gue duga selama ini ternyata benar adanyaa!! Yes yes yes *nari nari kayak orang gila*.
Anyway, if you wanna read the news, here it is. Enjoy! :)
Jakarta - Nicky Hayden sudah dipastikan hijrah dari Honda ke Ducati musim depan. Salah satu salam perpisahan datang dari manajer rekan setimnya di Honda, Dani Pedrosa. Isinya adalah cibiran.
Hubungan kedua pembalap itu dikabarkan sudah renggang semenjak Pedrosa menyenggol Hayden dan keduanya tak bisa melanjutkan balapan di Estoril 2006. Hal itu nyaris saja menghancurkan peluang juara dunia Hayden, sampai akhirnya Valentino Rossi crash di Valencia dan titel juara dunia jatuh ke "Kentucky Kid".
Ketika Pedrosa mendadak beralih ke ban Bridgestone di tengah-tengah musim ini, Hayden melontarkan komentarnya bahwa takkan ada perbedaan signifikan. Menurut Alberto Puig selaku manajer Pedrosa, komentar itu keluar karena kecemburan Hayden yang selama ini banyak bergantung pada data pengaturan motor Pedrosa.
"Yang saya bisa bilang adalah Hayden mungkin terganggu karena kini dia tak bisa mengakses data telemetri dan informasi dari motor Dani. Dengan informasi itu dia bisa meningkatkan cara membalapnya, karena dia punya semua referensi Dani dan sekarang tak bisa lagi menggunakannya. Dia hanya menyalinnya karena tak tahu cara mengatur motor," ujar Puig kepada situs resmi Motogp.
Padahal menurut Puig seorang pembalap profesional tak boleh mengandalkan data dari pembalap lain. Adalah tugasnya sendiri mencari tahu apa yang terbaik buat dirinya.
"Semua orang tahu tim balap beda dengan tim sepakbola. Itu melibatkan dua pembalap tapi masing-masing bekerja untuk dirinya sendiri dan pabrikan akan menyokong pembalap dengan kans terbaik karena hanya satu pembalap yang menang. Selalu dan akan seperti itu, orang yang bilang sebaliknya hanya berbohong untuk terlihat baik," cela dia.
Belum cukup cibiran tersebut, Puig menambahkan bahwa Hayden sama sekali tak pernah jadi rival layak buat Pedrosa. "Sejujurnya, tanpa berniat menjelekkan siapapun, tak ada persaingan di garasi."
"Nicky memenangi titel ketika Dani menjalani musim pertamanya di MotoGP dan semenjak itu tak ada persaingan kerena dia (Hayden) tak dapat hasil bagus. Lewat upaya sendiri, Dani mendapat pengalaman di kelas ini dan Nicky selalu ketinggalan jadi Nicky tak pernah jadi pesaing serius," demikian Puig.
Jujur, gue baca berita itu sambil ketawa-tawa. Gue kira cuma anak sekolah doang yang suka nyontek.. ternyataa.. Hahahaha. Pas gue ngebahas soal berita itu sama Kak Uchi, dia bilang gini..
Uchi: Tapi Van, dia nyontek tapi nggak pernah menang ya.. Hahaha
Vany: Yaah kak,, dimana-mana orang kalo nyontek hasilnya nggak akan bagus..
Uchi: Tapi temenku kemaren nyontek kunci jawaban pas UAN nilainya bagus loh.
Vany: Hah? Wah, beda lagi itu kak..
...
Well guys, no comment deh dari gue. Soal contek-menyontek, gue nggak bisa sok-sok alim. Secara pas kelas delapan gue tiap hari myontek mulu sama
si Mama. Hohoho.
Udah dulu ya.. Ngantuk nih mau bobok. Duduuu
-xoxo, Vany Naura :D-
Labels: MotoGP, News, Sport